:::: my blog.packer photo ::::

kang ocon 's posts with tag: panda merah

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag panda merah
ddd
dThumbnaild
ddd

Cerper (Cerita Perjalanan) Backpacking ke China/2:

"Melihat Panda berbulu merah"

Melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai Panda yang saya jumpai di tempat penangkaran binatang langka di Cengdu Provinsi Sichuan China. Masih ditempat yang sama saya menemukan hewan langka lainnya yaitu Panda merah!!. Masih dalam rangkaian perjalanan backpacking ke negeri China kali ini saya tidak cerita tentang perjalanan ala backpacking tapi sedikit cerita tentang pengalaman melihat hewan langka.

Yup setelah melihat Panda besar berbadan putih dengan belang hitam di mata kaki dan tangannya masih diarea yang sama saya melihat penangkaran Panda berwarna merah!!!. Astaga saya pikir ini binatang sejenis serigala, racoon atau apalah. Tapi hewan yang saya lihat ini masih termasuk jenis Panda pula.

Dari wikipedia saya coba uraikan mengenai jenis Panda ini. Panda Merah atau dalam nama ilmiahnya Ailurus fulgens adalah sejenis binatang menyusui di dalam ordo Carnivora. Sesuai namanya, Panda Merah memiliki bulu tebal berwarna merah kecoklatan dan berkaki hitam. Mukanya berbentuk bulat berwarna putih dengan garis merah kecoklatan dari mata ke mulutnya. Buntutnya panjang dengan duabelas cincin merah dan coklat-muda berselang-seling. Tapak kakinya ditutupi oleh bulu berwarna putih, yang berguna untuk menjaga kehangatan tubuh serta untuk berjalan di atas permukaan salju atau es.

Spesies ini pertama kali dideskripsikan ke dunia pengetahuan pada tahun 1825. Klasifikasi taksonomi Panda Merah sudah lama menimbulkan kontroversi. Sebelumnya Panda Merah ditempatkan dalam suku keluarga beruang Ursidae karena mempunyai kesamaan dengan beruang Panda, keduanya memiliki lima jari dengan ekstra jari di samping lima jarinya. Ekstra jari ini adalah tulang pergelangan tangan yang termodifikasi. Panda Merah juga ditempatkan dalam suku tunggal Ailuridae. Namun sekarang spesies ini ditempatkan dalam suku Procyonidae, karena kemiripannya dengan spesies hewan dalam keluarga rakun. Panda Merah merupakan satu-satunya spesies di subsuku Ailurinae dan genus tunggal Ailurus.

Daerah sebaran Panda Merah adalah di Asia Tengah. Spesies ini ditemukan di hutan pegunungan Himalaya, Bhutan, Republik Rakyat Tiongkok, India, Laos, Myanmar dan Nepal. (http://id.wikipedia.org/wiki/Panda_Merah)

Saudara terdekatnya dalam keluarga beruang adalah Beruang Berkacamata di Amerika Selatan. Dan tentu saja Panda Merah ini juga tidak ada hubungan kekerabatan dengan saya karena saya tidak makan bambu dan Panda Merah tidak makan Batagor kesukaan saya.

Saat itu Panda-panda merah tersebut sedang diberi makan, sehingga semua binatang itu keluar dari sarangnya. Tentu saja saya senang melihatnya karena saya dapat berkesempatan mengabadikan mereka. Terlihat lucu dengan cara berjalannya dan tampaknya mereka tipe binatang yang senang bergerombol. Terbukti setiap satu hewan itu bergerak ke satu tempat maka panda panda lainnya mengikuti. Sesekali mereka bergerak berguling dan berlarian, membuat para turis tertawa melihat tingkah laku mereka.

Tanpa terasa hampir setengah jam saya berhenti di lokasi penangkaran Panda Merah ini, melihat polah tingkah mereka sungguh menyenangkan, dalam 10 tahun ke depan belum tentu saya bisa menyaksikan mereka lagi secara nyata, mengingat hewan ini ternyata lamban dalam berkembang biak. Hilangnya habitat hutan dan penangkapan liar yang terus berlanjut dan sekarang terancam dalam kepunahan persis seperti Badak Jawa.

Setelah puas sesuai waktu yang ditentukan oleh agen travel yang mengantar kami pagi menjelang siang sayapun kembali ke gerbang masuk untuk segera pulang ke penginapan. Rupanya lokasi penangkaran ini dibuat memutar, saat masuk tadi saya melewati sebuah gedung, ternyata dari arah menuju keluar gedung ini merupakan museum mengenai Panda.

Segera saya langsung masuk kedalam dan melihat ruangan museum yang berisi bilik atau ruang yang teryata tiap ruang menceritakan tentang awal berdirinya penangkaran ini. Selain itu ada tengkorak panda, mengenai silsilah Panda, hewan Panda yang diawetkan, kemudian foto-foto tentang aktifitas hewan ini dan banyak lagi. Puas melihat isi museum sayapun keluar dan melewati kandang-kandang Panda besar yang tadi pagi saya lihat.

Ach ternyata benar setelah hampir 2 jam berkeliling, beberapa penangkaran terlihat tidak ada Panda dan sudah kosong. Ntah di mana Panda-panda yang tadi pagi saya lihat. Benar kata Laura receptionis hotel yang memberitahukan saya sehari sebelumnya, menjelang siang biasanya Panda-panda tersebut bakal ogah jadi tontonan kalo ngga ngumpet dibalik kandang mereka cuman tidur-tiduran saja. Tidak ada kegiatan yang bisa disaksikan.

Dan siang itu juga orang travel yang membawa kamipun sudah mengisyaratkan rombongan untuk segera kembali kepenginapan. Rencananya setelah mengunjungi paman Panda yang lutu itu saya akan mengunjungi sebuah temple / monastery. Tempat yang saya kunjungi ini konon dibangun pada abad ke 16.


Ceritanya berlanjut..... Backpacking ke China/3: Bertemu Jacky Chen di kuil tua




© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help