| |
Day3/Phnom Penh-Cambodia/Jelajah kota Asteng/ 09.04.06/Location : Border Vietnam - Cambodia The exit point of Vietnam is called "Moc Bai" and the entry point of Cambodia is "Bavet"....Begitulah Saigon - Phnom Penh 6 jam yang lumayan seru... disebut lumayan karena apa yang ditakutkan untuk masalah visa on arrival di border tidak sesulit yang saya baca di jurnal2 beberapa teman yang pernah melakukan perjalanan lintas batas Vietnam-Kamboja. Biaya yang dikeluarkan memang lebih, dari harga 20 USD seusai dengan yang tertulis di form tanda bukti menjadi 25 USD. Karena semua lancar jadinya ceritanya cuman sebatas lumayan, ngga begitu seru karena dalam pemeriksaan keimigrasian tidak banyak memakan waktu, begitu tiba di Muc Bai (perbatasan Vietnam - Cambodia) tidak kurang lebih memakan waktu 30 menit. Malah bus yang kita tumpangi agak tertahan beberapa menit karena ada beberapa penumpangnya menghilang. Selidik punya selidik ternyata beberapa penumpang tersebut sedang narsis berfoto ria didepan gateway border.... duh gusti....waks pasti yang bikin telat ini orang Indonesia ... :) Pagi itu setelah berkemas dan check out di hotel kawasan backpacker distric 1 Saigon, saya dan teman2 memutuskan pergi ke Phnom Penh dengan mempergunakan jasa travel, kebetulan banyak sekali travel agen dikawasan ini, dengan berbagai macam pertimbangan karena kita hanya punya waktu yang tidak banyak, maka diputuskanlah perjalanan melalui jalan darat dengan mempergunakan bus. Tak tanggung2 kita memakai bus AC eksekutif, perbedaannya cukup jauh jika dengan bus biasa hanya dengan 6 USD, tapi dengan bus itu biaya yang dikeluarkan cukup mahal (13 USD). Harga semahal itu cukup efektif untuk memangkas waktu, terbukti pada saat di perbatasan bus yang kami tumpangi tak terlalu lama dalam urusan ke imigrasian, cukup turun darti bus kemudian berjalan menuju pos cap papor, kemudian naik bus lagi yang kemudian melaju sekitar 200 meter, turun lagi untuk sekedar di absen" oleh petugas imigrasi Cambodia dan taraaaa... selesai sudah acara pemeriksaan di perbatasan ini. Bandingkan seandainya perjalanan saya ini tidak diurus agen travel... pertama setelah check out, kita kudu ke terminal bus, kemudian dengan bus regular menuju Moc Bai (exit point di Vietnam) set๋lah menurunkan tas-tas ransel yang segede-gede gaban, di kantor imigrasi kita mengisi formulir visa on arrival ( yang tempatnya ajah kita ngga tahu..). setelah itu menyerahkan formulir untuk di cap.. jangan lupa kalau lagi ngga beruntung di ๏nterview' oleh petugasnya... ditanya ini.. itu.....kalau beruntung mendapatkan cap dan tanda lolos kemudian dengan berjalan kali membawa ransel menuju entry point Cambodia (bavet) --) ini saya tahu karena dari bus saya lihat beberapa orang dengan tas-tas besar yang saya perkirakan itu para backapcker juga berjaln tertatih-tatih cukup jauh... kemudain... kemudian ah ceritanya jadi panjang....he he Karena terlalu panjang untuk diceritakan nanti akan saya lanjut lagi.... sekarang masih di Pnom Penh, ternyata banyak tempat interest yang kudu di kunjungi.. selain Royal Palace (Istana Raja) setelah itu ke Silver Pagoda dan yang paling menarik kita akan menuju daerah pembantaian orang-orang Cambodia oleh Polpot pada jaman perang (Killing Fields) wah memarik sekali.... nantikan catpernya..
| | |
|
|