 Teman-teman para penyuka jalan-jalan baik secara independent travel atau ala backpacker juga buat teman-teman penyuka traveling fotografi, traveling sambil kuliner juga petualang yang suka berkelana ke berbagai tempat dan terutama jika kebetulan Anda ingin merencanakan perjalanan keluar negeri. Saya baru saja menyelesaikan buku yang mungkin berguna bagi Anda semua. Judul buku : Merencanakan Sendiri Jalan Jalan ke Luar Negeri Pengarang : Artsontarvelpedia (Sonson Ns) Penerbit : Elexmedia Terbit : 2 Juli 2008 (seluruh Gramedia di Indonesia) Buku yang saya tulis berjudul "Merencanakan Sendiri Jalan-Jalan ke Luar Negeri". Isi buku ini adalah panduan mengenai rencana perjalanan anda di Indonesia, ke luar negeri atau jika anda hendak melakukan perjalanan keliling dunia. Dengan jumlah halaman lebih dari 200 halaman buku ini cukup lengkap dan detail berisikan berbagai tips, informasi yang akan berguna sekali untuk memandu Anda dalam mempersiapkan perjalanan ke luar negeri. Contoh isi buku ini : Informasi tentang paspor, cara membuat paspor, masalah seputar paspor, kendala dan tip saat Anda mempunyai masalah di imigrasi. Tentang fiskal dan visa serta informasi mengenai visa on arrival. Di bahas juga tentang persiapan sebelum berangkat ke luar negeri, barang apa saja yang harus di persiapkan. Jika Anda berencana memesan penginapan di luar negri mungkin Anda tidak tahu bagaimana caranya booking online. Di buku ini ada pembahasan khusus di jelaskan secara rinci langkah demi langkah cara booking online penginapan. Di uraikan juga tips dan trik memilih penginapan di luar negeri. Isi lainnya : - Tentang kartu ATM, Kartu Kredit Traveller Cheque - Tentang dollar, perlukah membawa dollar?? - Asuransi perjalanan - Persiapan fisik - Persiapan isi ransel - Pengetahuan tentang AMS (Altitude mountain sickness) - Tentang gangguan kesehatan (Diare, mabuk laut, malaria dll) - Tentang transportasi - Tentang bus, tips dan trik mengunakan bus malam - Tips dan trik tidur di kereta - Tentang pulsa (isi pulsa saat di luar negeri) Dengan tebal hampir 220 halaman buku ini cukup detail dan rinci membicarakan berbagai maslah mengenai langkah demi langkah persiapan Anda jika Anda akan melakukan perjalanan ke luar negeri secara independent/personal/solo traveling. Atau ingin mengetahui seperti apa tulisan di buku ini bisa baca beberapa materi isi buku yang isinya juga sama dengan tulisan yang saya buat http://artsons.wordpress.com/category/artsonpedia-unique/tips-dan-trick-melancong/ Untuk pesan buku silahkan lihat di http://inibuku.com/display.php?d=cb-kbk&bkp=E04SONS01
Mengenai Tintin Tokoh Totor karya Hergé yang menjadi dasar terciptanya Tintin.
Tintin muncul pertama kali pada tanggal 10 Januari 1929 dalam cerita Tintin di Soviet. Pada tanggal yang sama pada tahun 2004, ulang tahunnya yang ke-75 dirayakan secara besar-besaran. Tintin dikembangkan dari tokoh komik Hergé sebelumnya, seorang bocah anggota pramuka bernama Totor. Cerita-cerita komik mengenai Totor, dinamai Les aventures de Totor, chef de patrouille des Hannetons (Bahasa Inggris: The Adventures of Totor, Leader of the Cockchafer Patrol; terjemahan bebas: Petualangan Totor, Pemimpin Pasukan Kumbang), muncul di majalah Le Boy-Scout Belge (Pramuka Belgia) antara tahun 1926 and 1929.
Dalam serial buku komik selanjutnya, Tintin menjadi seorang wartawan muda yang terlibat dalam berbagai kasus kriminal berbahaya internasional dimana kecepatan berpikir, keberanian dan kemujuran di detik-detik terakhirnya berhasil menyelamatkan dirinya dan dunia. Hampir di setiap petualangan diceritakan Tintin melibatkan diri dalam sebuah penyelidikan atau investigasi, tapi sangat jarang ia menjadikan hasil penyelidikannya itu menjadi berita seperti wartawan lainnya. Gambar cerita pertama Tintin di Soviet yang menandai kelahiran Tintin di tahun 1929.
Walaupun komik ini menggambarkan Tintin sebagai orang Belgia, tapi Hergé tidak konsisten atau tidak jelas dalam memberikan identitas kewarganegaraan Tintin. Ia kebanyakan hanya menggambarkan Tintin secara umum sebagai orang Eropa. Dalam beberapa edisi awal dari buku-buku komik pertamanya, seperti Tintin di Kongo atau Rahasia Pulau Hitam, identitas sebagai orang Belgia tampak secara jelas. Di petualangan-petualangan selanjutnya, seperti juga unsur-unsur biografi dan keluarga Tintin, kewarganegaraan Tintin tidak pernah lagi diungkit, walaupuan beberapa gambaran mengenai berbagai aktivitas di jalanan dalam buku Hiu-Hiu Laut Merah dapat diidentifikasikan sebagai kehidupan jalanan kota Brussels.
Usia Tintin juga tidak pernah secara akurat diungkapkan. Tokoh ini digambarkan sebagai seorang 'dewasa' di dalam penggambaran tokoh ini di film DVD mengenainya, dan juga dirujuk sebagai 'bocah' beberapa kali dalam acara-acara televisi. Dalam serial film kartun yang dibuat berdasarkan buku-buku komiknya, sebuah potongan episode Rahasia Kapal Unicorn yang menunjukkan paspor Tintin memperlihatkan bahwa tahun kelahirannya adalah tahun 1929 (tahun pertama kemunculan buku komiknya).
Berbagai artikel surat kabar dalam serial ceritanya dikatakan bahwa ia berusia 15 tahun, majalah Time merujuknya sebagai seorang remaja, sementara website resmi Tintin.Com menyebutkan bahwa usianya antara 16 sampai 18 tahun. Di sisi lain, buku-buku komik memperlakukan Tintin sebagai seorang pemuda dewasa, terlihat dari ketiadaan rasa khawatir akan orang tua atau sekolah, dan juga perjalanannya yang banyak dan sendirian ke seluruh dunia. Usia Tintin tidak pernah berubah, walaupun ia melewati masa penyerbuan Jepang ke China (Lotus Biru, 1931) dan pernah menumpang pesawat Boeing 707 (Penerbangan 714, 1968).
Para pembaca dan kritikusnya telah menggambarkan Tintin sebagai seorang yang serba bisa namuan tetap rendah hati dan selalu ingin mempelajari hal yang baru. Kepribadiannya yang hampir selalu netral, terkadang dijuluki sebagai sikap yang hambar, memberikannya kemampuan untuk melihat secara jujur dan adil akan kejahatan, kecerobohan dan kenekatan yang berada di sekitar dirinya.
Sifat-sifat idelistik seorang pramuka yang dimilikinya, yang mewakili sifat-sifat Hergé sendiri, tidak pernah berubah dalam perkembangan tokoh komik ini. Oleh karenanya hal ini membuat pembaca bisa mengambil posisi Tintin dalam suatu cerita dan tidak hanya mengikuti cerita petualangan seorang jagoan. Penggambaran Tintin dalam buku-bukunya memperdalam aspek ini, memberikan jalan pada para pembacanya untuk merasa menjadi tokoh tersebut dan masuk secara aman ke dalam dunia maya yang bisa membangkitkan rasa tertentu sehingga dunia itu terasa keberadaannya. Tintin juga digambarkan tidak memiliki perasaan seksual atau romantis kepada hampir semua tokoh di buku-bukunya.
Hal lain yang tidak pernah disebutkan juga adalah anggota-anggota keluarga Tintin: ibu, ayah, kakak, adik - semuanya absen dalam semua cerita petualangannya. Ia hanya pernah sekali menyebut sesuatu yang berhubungan dengan keluarga ketika ia pertama kali bertemu dengan Kapten Haddock yang sedang mabuk, dalam buku Kepiting Bercapit Emas, dan mengingatkannya untuk berpikir bagaimana ibu sang kapten akan merasa apabila ia melihat anaknya berada di kondisi mabuk seperti itu. Semua anggota keluarga Tintin adalah keluarga angkat yang ia peroleh dari perjalanannya melalui tiap-tiap petualangan yang dialaminya.
Tidak seperti teman-temannya, Tintin tidak pernah bertemu dengan teman atau keluarga dan Tintin terlihat tidak memiliki masa lalu yang terjadi sebelum semua cerita petualangannya ini dimulai. Sementara Kapten Haddock bisa mengingat sebuah badai yang sangat kencang di laut, atau Profesor Calculus bisa mengingat masa-masanya di bangku kuliah (keduanya diceritakan dalam buku Tujuh Bola Ajaib), Tintin tidak memiliki masa lalu sebelum Tintin di Soviet. Kedua temmannya itu juga pernah bertemu dengan teman-teman lama mereka seperti Kapten Chester dan Hercules Tarragon, sementara Tintin hanya bertemu dengan teman-teman dan musuh-musuh yang ia dapatkan dari petualangan-petualangannya sebelumnya. Dalam novel "Tintin di Dunia Baru" (Tintin in the New World) karya Frederic Tuten (1993), walaupun dianggap tidak ada hubungannya dengan tokoh Tintin dari buku-buku komik yang ada, mengungkapkan bahwa Tintin dibesarkan oleh ibunya yang meninggal dunia karena sakit saat ia masih anak kecil. Tintin tidak pernah tahu atau bertemu ayahnya.
Bahkan nama "Tintin" sendiri masihlah sebuah misteri: tidak diketahui apakah nama itu nama depan atau nama keluarganya. Sebuah kemungkinan adalah nama itu bukan nama asli wartawan muda ini, melainkan sebuah nama samaran yang digunakan sang tokoh untuk melindungi identitasnya saat menulis artikel untuk surat kabarnya: Le Petit Vengtième. Pada era dimana cerita petualangan Tintin ini terbit, penggunaan nama samaran bagi para jurnalis adalah suatu hal yang lumrah. Sebuah fakta yang menunjukkan bahwa nama itu bukanlah nama aslinya ditunjukkan dalam Cerutu Sang Faraoh ketika Tintin dituduh meracuni salah satu pelayan seorang Sheik yang berpengaruh. Setelah tertangkap dan dibawa ke tendanya, sang Sheik dengan marah menanyai nama Tintin. Dengan sikapnya yang tenang seperti biasanya, Tintin menjawab: "Namaku? Tidak ada artinya buat anda ... tapi di rumah orang-orang memanggil saya Tintin."
Sifat-sifat Tintin mengalami beberapa perubahan di cerita-cerita yang terbit belakangan, mulai dari buku Zamrud Castafiore. Dalam cerita-cerita tersebut, Tintin tidak lagi mencari petualangan-petualangan baru dengan aktif, tapi Tintin terlibat ke dalam petualangan-petualangan akibat peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Situasi ini mirip dengan apa yang terjadi pada Kapten Haddock yang terlibat pada petualangan-petualangan Tintin sebelumnya, seperti dalam Penerbangan 714 dan Tintin dan Picaros. Para pembaca dan kritikus memiliki berbagai macam tanggapan, seringkali bernada negatif, mengenai petualangan-petualangan Tintin yang lebih baru tersebut. Mereka menyebutnya sebagai gaya eksentrik masa tua dan karya mengecewakan yang membingungkan. Hergé menanggapi hal ini dalam karya-karyanya berikutnya: "Tintin telah kehilangan kendali, ia tidak menguasai situasi lagi, situasilah yang menguasi dirinya."
Tak lama sebelum kematiannya, seorang Belgia pendukung Nazi, Léon Degrelle, menciptakan kontroversi setelahh mengatakan bahwa tokoh Tintin mulanya berdasarkan dari dirinya. Degrelle memang kenal dengan Hergé saat awal kariernya sebagai seorang jurnalis, tapi pernyataan ini secara umum dianggap sebagai cerita buatan dari seseorang yang selalu ingin menjadi terkenal bernaam Degrelle. Hergé berfoto bersama dengan patung setengah badan Tintin circa tahun 1975. Hergé berfoto bersama dengan patung setengah badan Tintin circa tahun 1975.
Versi awal dari Tintin secara jelas terinspirasi, setidaknya sebagian besar, dari saudara laki-laki Hergé, Paul Remi, seorang tentara karier. Bosan dengan julukan teman-temannya pada dirinya sebagai "Mayor Tintin", Paul kemudian memotong rambutnya dengan gaya berbeda. Hergé kemudian menggunakan Paul dengan penampilan barunya tersebut sebagai model untuk tokoh Kolonel Sponsz dalam buku Penculikan Calculus. Tintin dan Sponsz, walaupun secara fisik sangat berbeda, ternyata memiliki jambul yang sangat mirip.
Namun, inspirasi untuk gaya baju Tintin berasal dari tempat yang lain. Teman sekolah Hergé dari St. Boniface bernama Charles suka memakai pakaian mirip dengan yang digambarkan pada Tintin: memakai celana panjang yang hanya sampai atas betis kaki panjangnya dan kaos kaki panjang yang bermotif kotak-kotak jajaran genjang. Gayanya ini selalu menjadi bahan olok-olok orang lain. Harry Thompson, salah seorang teman Hergé, mengatakan bahwa asal-usul pakaian Tintin tersebut mungkin, walaupun benar, sedikit dibesar-besarkan. Ia menambahkan bahwa apabila "Hergé juga ikut menertawakan Charles, maka pastilah sebuh unsur perasaan bersalah ikut terlibat."
Hergé sendiri mengatakan bahwa Tintin hidup sebagai ekspresi pribadinya, dan walaupun ia menulis di tahun 1947 bahwa ia tahu "Tintin bukanlah lagi diriku, karena, apabila ia akan hidup terus, hal itu dikarenakan pernafasan buatan yang harus aku latih secara terus menerus dan yang melelahkan diriku, dan akan semakin melelahkan diriku dari hari ke hari, Hergé selalu suka berkata "Tintin, c'est moi!" ("Tintin, itu aku!").
Sumber : Wikipedia Indonesia
 Teman,jangan lupa malam ini kalau tidak ada perubahan jadwal, ada liputan soal milis ibackpackerclub hasil wawancara saya dengan Metro TV. Wawancaranya Jumat minggu kemaren di cafe Kongkow Kemang.
Nah ditayangkannya di acaranya Indigo Komunitas Dunia maya Metro TV Pukul 19.30... jadi seleb dadakan neh hehehhe...Cuman sayang trip ke Banten kemaren ngga keliput......
*ada yang mau minta tanda tangan..dududu...*
One day Trip Kota Tua Banten Lama, jalan bareng bersama Indonesia Backpacker Club (ibackpackerclub@yahoogroups.com).
Hari Sabtu sesuai dengan yang saya umumkan tempat ketemuan atau meeting pointnya adalah di Kampung Rambutan jam 07.00 wib. Mulanya agak khawatir, maklum di Jakarta hampir tiap pagi ini selalu hujan terus. Untungnya pagi itu walau agak mendung hujan belum turun.
07.00-07.30 Udah ada peserta yang datang, Widji dan Julian menunggu dengan sabar di halte busway Kampung Rambutan, karena belum kenal mereka berdiri menunggu diem-diem-an hehehe. Kemudian datang berturut-turut Imansoe, Fika, Tri Marwanti a.k.a Mamet.. kemudain Deku dan terakhir Fita. Setelah saling sapa dan berkenalan, dari halte busway kita masuk terminal keberangkatan bus antar kota.
Didalam terminal di depan jalur keberangkatan bus ke Serang ternyata sudah menunggu Dina... dan last minute muncul Mumu, total yang kumpul hari itu adalah 10 orang. Selain itu ada juga member Ibackpacker lainnya yang berangkat dari Slipi. Mereka bertiga, nanti rencananya ketemuan di Terminal Serang saja. Wah jadi banyak neh yang ngikut...
08.00 - 08.30 Ngaret sejam akhirnya kita berangkat juga. Seperti biasanya orang-orang di terminal heboh melihat rombongan kita yang masuk langsung ajah mengerubuti kita, kirain mau ikut juga ternyata mereka para calo..duuh menyebalkan neh calo calo maksa-maksa minta naik bus... heheheh untungnya ngga larut-larut kita langsung naek bus.. dan bus tetap ajah ngetem karena penumpangnya masih sedikit.
09.00-10.00 Jakarta - Serang ternyata ngga lama perjalanannya, karena hari sabtu, situasi jalanan masih sepi, jadi jam 9an udah lewat Kebun Jeruk. Lewat dari itu bus terus melewati tol demi tol hingga ngga kerasa pukul 11an kita udah sampe Serang. Bus masuk terminal Pakupatan Serang.
10.00-11.00 Di Terminal Serang, lagi para pengemar kita a.k.a para calo menyerbu. Udah sepakat kita ngga gubris mereka tapi terus jalan ke warung yang udah saya tunjuk. Nama warungnya Dhani jaya Warteg, kebetulan saya udah janjian ama 3 orang yang tadi nyusul dari Slipi, mereka itu Masopang, Wahyudi dan satu lagi Safari. Nah udah lengkap neh yang mau trip ke Banten Lama, semuanya 13 orang.
11.00-12.00 Karena ber 13 akhirnya kita sepakat sewa angkot. Sedikit nego akhirnya sopir mau juga menerima penawaran kita. Angkotnyha kecil tipe Suzuki Carry walau banyakan ternyata masuk semua kecuali Widji yang terpaksa duduk lesehan. Jarak dari terminal Pakupatan ke Banten Lama teryata lumayan lama juga, kira2 15 sampe 20 menit-an.
12.00-12.30 Tiba di mesjid Agung, beruntung hari itu ngga ujan. Tapi agak mendung langitpun ngga biru tapi walu begitu segera ajah kita motret sana sini... jalan atau gang kecil menuju masuk mesjid itu ternyata dipenuhin oleh para pedagang. Teman-temanpun nge bidik kamera ke barang-barang yang digelar di situ... saat difoto si pedagangnya langsung komentar " Mas barangnya ora di foto, dibeli ajah..." daleem.... heehehe...
Didepan mesjid itu ada menara tinggi, kitapun masuk kedalam. Dan ditodong buat infaq, setelah sampe di atas kembali ditodong lagi infaq yang masuk kotak kencleng... hehehe pinter juga di bawah diminta masukin uang untuk sumbangan eh pas sampe diatas di minta lagi. Pas ditanya kenapa diminta lagi, jawabnya yang jaga di bawah ama atas beda orang... halaaaa...
Pemandangan dari atas cukup lumayan juga, dari sini kita bisa lihat mesjid secara utuh. Juga sejauh mata memandang akan terlihat Keraton Surosowan yang udah ngga berbentuk, yang terlihat cuman pondasi dan tembok yang mengelilingi area Keraton.
Satu yang kurang berkenan di tempat ini anak-anak yang "ngintil" ngikutin terus.. ya ya ya mereka adalah pengemis dadakan yang meminta uang. Deku dan Safari juga Mumu terus diikuti....hihihii.....Pantes di luar gerbang mesjid banyak penjual eh penukar uang receh. Maksudnya buat para pendatang itu recehan buat di kasiin ke mereka. Tapi udah di wanti-wanti jangan ngasih uang ke mereka ntar jadi kebiasaan. Kalau mau sodaqah masukin ke kencleng mesjid ajah.
Waktu Dzhuhur udah masuk tandanya waktu untuk sholat. Karena kita semua muslim, kitapun masuk untuk menunaikan ibadah shalat, sementara para wanitanya menunggu beristirahat di pendopo.
Selesai solat, ada musibah kecil, Widji keilangan sendal!!!! wah ternyata maling sendal nya ngga sopan!!! di mesjid gitoloh... padahal kata Widji itu sendalnya itu udah butut.... hmmm Dji.. sendal si maling mungkin lebih butut lagi kalee hehehe... halaaa aya aya waee...untungnya di dekat situ ada penjual sendal...
12.30-13.30 Waktunya makan siang, udah pada lapeer, untung di sekitaran mesjid banyak warung, kitapun ambil salah satu warung nasi sederhana, bukan rumah makan sederhana yang ada di Jakarta loh , yang ini bener2 sederhana hehehe
Menunya sederhana, ada soto ayam, sayur-sayuran, tahu, tempe, gorengan dan hmm ada udang dan sotong... Sotongnya gede-gede..wuihh mbahnya Sotong kalee...... Sementara seperti biasanya Mumu dan Iman makannya banyak (ups...!!!) loh bukannya mereka berdua udah makan pas kita futu-futu di mesjid??? oh yang tadi itu makan pagi kesiangan heheheh....
Para wanita, Fika, Mamet dan Fita pesen soto ayam, sementara Dina makan Pop Mie. Masopang karena ngga kebagian tempat duduk, makannya lesehan di dalam warung hehehe kaya sopir abis setoran komentar Mamet. Sementara saya makannya sedikit 1 telur yang ngedadak di dadar dan 2 rempeyek serta nasinya satu setengah..hehehhe
13.30.14.30 Beres makan rombonganpun keluar area mesjid menuju lapang luas yang dulunya bekas Keraton Surosowan. Betul ini dulu adalah bangunan yang dulunya adalah bangunan keraton, sayang tidak ada data otentik mengenai wujud bangunan yang konon udah di hancur sejak jaman Belanda dulu. Walau begitu jiwa narsis para rombonganpun muncul... langsung pasang badan buat di foto-foto..halaa gaya-gayanya heheh
14.30-15.00 Puas berfutu ria di Keraton Surosowan, rombonganpun berjalan memutar menuju museum yang tidak jauh dari situ. Jalan-jalan dari tadi membuat kaki pegal dan lelah... kayanya enak kalo minum es kelapa muda. Dan saat di museum ternyata doa kita terkabul ... hohoho.. ada tukang es kelapa muda!!! langsung ajah rombongan menyerbu....yang paling semangat Mamet sayang abis minum, Mamet pun berkomentar " Ini es kelapa apa es air gula..??" hehehe ternyata kelapanya udah ngga muda jadi yang berasa air gula arennya.. Saya ngga minum, karena tenggorakan saya lagi bermasalah...
15.00-15.30 Masuk kedalam untuk melihat museum yang isinya ternyata ngga banyak, hanya sejarah singkat berdirinya mesjid agung, asal muasal Keraton Surosowan, dan beberapa benda yang pernah ditemukan. Masuk musem cukup bayar Rp. 1000,-. Ngga sampe setengah jam kemudian perjalanan dilanjutkan kembali menuju Klenteng Avalokitesvara dan Benteng Speelwijk.
Waah Klenteng Avalokitesvara nya ternyata sedang di renovasi. Sementara Benteng Speelwijk atau disana mereka menyebutnya benteng Portugis, keadannya tidak begitu bagus. Jadi kita langsung masuk kedalam Klenteng saja. Dan wuiih didalam ternyata luas banget, ada taman dan bangku-bangku buat duduk. Asri banget, nyaman deh pokonya. Rombongan akhirnya langsung duduk beristirahat.
Rindangnya pepohonan dan sejuknya suasana membuat hilang ke narsis-an mereka hehehe, yang asalnya heboh narsis begitu lihat tempat ini langsung deh pada leyeh-leyeh beristirahat.
Di sekitar taman ada jalan yang dasarnya ada batu-batu kecil, ternyata fungsinya untuk membuat peredaran darah menjadi baik. Caranya adalah kita membuka alas kaki, dan berjalan di atas batu-batu yang sudah disusun sedemikian rupa. Nah langsung ajah rombongan membuka sendal dan sepatu untuk mencoba berjalan diatas batu batu kecdil yang tajam itu... bergantian, Fika, Iman Mumu dan lainnya mencoba berjalan diatas hehehe seruu juga lihat mereka meringis menahan rasa sakit ditelapak...
Tak terasa hari sudah petang, selesai bermain didalam Klenteng Avalokitesvara, rombongan keluar dari vihara untuk kembali ke terminal pakupatan. Dari Vihara rencananya kita pake angkot yang udah kita sewa. Sopir angkotnya gaul, saat mengantar kita, dia memberi nomor HPnya kalau-kalau kita mau sewa lagi hehehe. Akhirnya saya sms buat jemput kita di Vihara....
17.00-19.00 Diluar vihara Klenteng Avalokitesvara, sambil menunggu angkot, rombongan kembali membeli kelapa muda yang masih berupa buah kelapa. Beda dengan penjual es kelapa muda yang kelapanya udah diserut, disini kita bebas memilih kelapa muda dan langsung meminum airnya serta mengupas kelapanya... nah yang ini asli kelapanya maknyuus.....
Tepat pukul 17.00 Pak Ateng (sopir angkot) datang menjemput kita. Dari Klenteng Avalokitesvara langsung ke terminal bus Pakupatan Serang..... dan rupanya banyak bus menuju Jakarta, jadi begtu turun dari angkot kita langsung naek bus AC menuju Jakarta. Pukul 20.00 bus sudah tiba di Jakarta...
Capeee tapi seru hehehehe.... jalan-jalannya lumayan bikin pegel, buat yang pengen ngurusin badan ini trip paling cocok ;p... beruntung juga cuaca bagus biasanya kalo siang terik panas matahari bikin pusing... tapi karena agak mendung, udaranyapun adem...
Thanks buat temen-temen Iback yang udah ikutan trip ini.... Widji, Julian, Imansoe, Fika, Tri Marwanti a.k.a Mamet, Deku, Fita, Dina, Mumu, Masopang, Safari dan Wahyudi.... next trip katanya pengen ke Ciwidey rame-rame.... oke deh... see you next trip...
Jakarta, 16 Februari 2008 Rgds,
Sonson Ns
 Rekans, ingin sekali-sekali berwisata keliling Jawa Tengah? Dari pantai menuju gunung? Ingin lihat Benteng Van Der Wijck yang terkenal di zaman Belanda dan dibangun untuk pertahanan & sekolah militer? Sekaligus mengunjungi Goa Jatijajar yang terkenal dengan sendang-sendang tempat mandi para puteri raja? Yang menjadi puncak trip kita adalah... mengunjungi tanah para dewa... pegunungan Dieng yang misty? Kenapa dijuluki tanah para dewa? Harus langsung ke sana untuk tahu... Kita lihat sunrise mempesona di Dieng yukkkk, sekaligus lihat langsung para petani panen sayuran-nya, di Dieng kita juga bisa ke kawah Candradimuka yang terkenal itu, dengan bonus perjalanan menanjak yang asyik... Nggak puas 1 hari di Dieng? Yuk kita foto-foto narsis di kompleks candi Arjuna, dan Telaga Warna... pokoknya banyak banget spot yang harus rekan-rekan kunjungi di sana. Yukkkk.... rugi deh 'gak ikutan... :) ============ ========= ========= === Trip Jelajah Jateng (Kebumen-Dieng) 20-24 Des 2007 Organized by: mataindonesia Waktu: Kamis-Jumat-Sabtu- Minggu-Senin | 20-21-22-23-24 Desember (pas liburan) Berangkat Kamis malam dari Pasar Festival, kembali ke Jakarta, Senin pagi. Biaya: Rp. 985.000,- ada 3 macam harga (dewasa/umum, anak-anak & peserta yang pernah mengikuti trip mataindonesia mendapat diskon khusus) Peserta: - Peserta dibatasi 22 orang, - Minimal 11 orang (jika kurang dari 11 orang maka trip akan dibatalkan/tunda) uang akan di kembalikan 100%, - Anak-anak bisa ikut (harga diskon). Itenerary Kamis, 20 Desember 2007 19.00 berangkat dari Pasfest menuju Jateng Jumat, 21 Desember 2007 04.00 Sampai di Kebumen, istirahat, sholat subuh bersih-bersih di musholla / Pom bensin 06.00 Sampai di Goa Jatijajar, sarapan, keliling goa 09.00 Ke pantai Ayah, kelilingan sekaligus istirahat 12.00 makan siang 13.00 menuju Benteng Van Der Wijck & Waduk Wadas Lintang 18.00 langsung menuju Dieng 21.00 makan malam & istirahat di penginapan Sabtu, 22 Desember 2007 03.00 Bersiap melihat sunrise, sarapan 05.00 Sunrise Attack 07.00 Keliling pegunungan Dieng, tujuan: Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Kawah Sileri, Candi Dwarawati, Telaga Merdada 12.00 makan siang 13.00 lanjut keliling pegunungan Dieng di spot yang belum dijamah, mengunjungi areal Agrowisata Tambi 18.00 pulang ke penginapan, makan malam, istirahat Minggu, 23 Desember 2007 03.00 Bersiap sunrise, sarapan 05.00 Sunrise Attack 07.00 Keliling areal yang belum: Kompleks Candi Arjuna, Candi Bima, Kawah Sikidang, Dieng Plateau Theater 12.00 makan siang 13.00 Lanjut keliling ke: Telaga Warna, Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran 15.00 Foto-foto di Geothermal Station, stasiun pembangkit listrik untuk kawasn Dieng 18.00 pulang ke penginapan, makan malam, istirahat Senin, 24 Desember 2007 07.00 Sarapan 08.00 Pulang ke Jakarta... 12.00 Makan siang di jalan 17.00 sampai di Jakarta... see you next trip... Biaya yang ditanggung meliputi: - Transportasi Jakarta - Dieng (elf AC nyaman) PP - Menginap di rumah penduduk ditanggung nyaman - Makan selama trip Yang tidak menjadi tanggungan: - Sunblock & obat-obatan pribadi (panitia menyediakan obat-obatan umum spt.: P3K, obat sakit kepala,obat anti diare, obat anti nyamuk), - Peralatan memotret (kamera, handycam, charger dll...), - Makanan kecil, snack - Yang lain-lainnya disesuaikan dengan kebutuhan pribadi. Tata cara pendaftaran : Untuk pemesanan tempat, mohon isi formulir di bawah ini, lakukan copy mulai dari sini: ============ ========= ========= ========= ==== Saya mendaftar untuk mengikuti trip Jateng (Kebumen-Dieng), berikut ini adalah data pribadi saya : Nama lengkap: Status dengan peserta lain: * Nama panggilan: No. KTP: Alamat rumah: No. Telp/Hp: Email: ** Website pribadi (multiply, blogspot, dll): Nama & alamat kantor: ** Keterangan lainnya: *** Dalam keadaan darurat, nomor telepon yg bisa di hubungi (nama/no): * *(dicantumkan jika ada pasangan suami/istri/ anak dalam satu trip ini) **(untuk suami/istri/ anak cukup 1 alamat/no telp) ***(misal vegetarian/alergi/ kelainan (jantung/paru2 dll) ============ ========= ========= ========= ==== paste dan kirimkan ke: info@mataindonesia. info & mataindonesia@ yahoo.co. id Transfer uang ditujukan ke no rekening atas nama: Sri Sarining Diyah BCA cabang Bungur 003-004-2221 atau Mandiri cab. Depok 157-000-0183- 781 atau Lippobank cab UI 305-100-59229 atau BII cab Depok 110-2244-920 Jika sudah transfer, mohon sms ke no 0818-848499 (ari) atau kirim email pemberitahuan ke info@mataindonesia. info & mataindonesia@ yahoo.co. id terimakasih & salam hangat, ::: mataindonesia ::: ============ Foto-foto Dieng dapat dilihat di sini 1. http://artson.multiply.com/photos/album/208/_Pegunungan_Dieng_1_ 2. http://artson.multiply.com/photos/album/210/_Dataran_Dieng_2_
Sudah pada tahu, bagaimana cara cepat mengetahui nilai Kurs mata uang asing di internet? Ada cara sederhana untuk mengetahuinya yaitu dengan mengunakan fasilitas situs pencari (search engine) semacam google atau yahoo.
Misalnya anda membutuhkan informasi berapa kurs atau nilai mata uang asing tertentu sebagai contoh nilai uang sebesar 373 SGD (Singapore dollar) kedalam rupiah. Maka anda cukup mengetik di kolom pencarian pada situs yahoo.com yaitu 373 SGD to IDR .
Hasilnya pada yahoo.com keluar sbb : 1-10 of 64,600 for 373 SGD to IDR (About) - 0.30 sec 373.00 Singapore Dollars = 2,386,777.41 Indonesian Rupiahs
Pada kolom pencarian data di google.com hasilnya sbb : Urutan 1 - 10 dari sekitar 31,800 hasil penelusuran untuk 373 SGD to IDR. (0.10 detik) 373 Singapore dollars = 2.38614317 million Indonesian rupiahs
Dari kedua search engine tersebut yahoo.com lebih detail untuk memisahkan nominal pada nilai kurs, sedangkan google.com lebih unggul sepersekian detik dalam memunculkan data. Lamanya pencarian dari search engine tergantung koneksi jaringan internet yang anda pergunakan. Dan tentunya kurs nilai mata uang diatas jangan dijadikan tolak ukur, cukup sebagai referensi saja, karena fluktasi atau pergerakan mata uang sering kali berubah.
Contoh lain jika kita ingin mengetahui kurs dollar Amerika ke dalam bentuk Yuan ketik 373 USD to yuan maka hasilnya sbb: 373.00 U.S. Dollars = 2,763.00 Chinese Yuans dalam waktu 0.29 sec
Cara ini cukup membantu anda jika anda berniat melakukan booking online untuk pembayaran dengan mengunakan mata uang asing. Misalnya jika anda memesan hotel di Eropa yang menggunakan mata uang Euro dan atau memesan tiket pesawat di China yang kebetulan kita ingin mengetahui kurs tersebut dalam bentuk rupiah.
Selain mengunakan fasilitas mesin cari yahoo.com atau google.com, fitur di beberapa merk telepon genggam keluaran terbarupun menyediakan fasilitas untuk mengetahui nilai mata uang. Sebagai contoh pada salah satu telepon genggam merk Nokia seri 2626. Caranya lihat pada fungsi menunya, kemudian pilih aplikasi selanjuanya ada fitur kurs dan anda tinggal masukan jumlah yang akan dikonversi.
Untuk mengetahui secara validasi atau kus terbaru mata uang yang lebih akurat sebaiknya memang mengetahui langsung dari Bank pemerintah. Walau demikian nilai mata uang bisa diketahui juga dengan melalui sms. Hanya saja program khusus di beberapa bank mengharuskan seseorang untuk mendaftarkan dahulu keanggotaannya jika ingin mengetahui nilai kurs mata uang melalui sms banking.
Nah bagaimana dengan anda?? punya tips dan trik khusus buat mencari tahu nilai kurs mata uang dengan cepat??
Travel warning ke Malaysia.. Ada yang akan bepergian ke Malaysia??, mungkin perlu di waspadai sehubungan beberapa kejadian yang tidak mengenakan yang menimpa warga negara Indonesia di sana. Peristiwa istri seorang diplomat yang berada di Kualalumpur yang ditahan oleh RELA (RELA, pasukan sipil yang mencari dan me nangkap imigran gelap dan pekerja asing tanpa ijin) mungkin masih segar diingatan kita. Menurut berita (koreksi dari mas Tommy): Istri diplomat ini membawa dan menunjukkan paspor diplomatiknya, tapi petugas Rela maupun polisi yang menangkapnya tidak mengenali paspor ini. Setelah ada klarifikasi dari kedutaan, barulah ia dibebaskan. Ini yang menyebabkan Deplu mengeluarkan nota protes diplomatik, karena berdasarkan Konvensi Jenewa, pemegang paspor diplomatik tidak boleh ditangkap oleh aparat hukum setempat. Peristiw  a lainnya walau sudah lama lewat adalah pemukulan oknum polisi terhadap salah satu anggota k ontingen olahraga karate (Donald Luther Kolobita, 47 / wasit tim Karate Indonesia) yang ditangkap dan disiksa dengan sewenang-wenang. Alasannya Donald dituduh sebagai imigran gelap atau pekrja ilegal. Cerita tak sedap lainnya seperti penangkapan para pekerja ilegal di perkebunan dan terakhir baru baru ini penyiksaan TKI/pembantu rumah tangga asal Indonesia (Nirmala Bonat ) sepertinya sudah tidak bisa ditolerir lagi. Sangat disesalkan pemerintah Indonesia tidak melakukan tindakan apapun atau kurang peduli dengan masalah ini. Mereka mungkin lebih sibuk mengurus pilkada atau hal-hal yang ngga penting lainnya. ;( Buat teman2 yang akan bepergian ke Malaysia, saya pikir tak perlu takut. Hanya mungkin perlu di waspadai saja. Tips mengunjungi Malaysi a a.k.a Kualalumpur sebaiknya selalu membawa identitas seperti KTP, Paspor dan tanda pengenal lainnya. Gandakan identitas anda (di fotokopi) dan simpan di tempat aman, mengantisipasi kehilangan identitas utama.  Catat dan simpan nomor penting seperti nomor anggota keluarga yang bisa dihubungi, alamat dan nomor kedutaan dan kontak  lainnya seandainya anda terkena musibah yang tidak diinginkan. Batasi bepergian malam hari, bawa selalu alamat / kartu nama hotel. Tak perlu taku t menghadapi masalah selama anda tidak melakukan tindakan kriminal atau diluar hukum. Sekedar berbagi cerita ada blog menarik yang menyoroti hubungan antara Indonesia dan Malaysia, juga ada artikel perilaku buruk RELA yang menjalankan tugasnya.... silahkan lihat (foto diambil dari ) di http://humanrights-success.blogspot.com/ Nah, hati-hati dan selamat berjalan-jalan....
Begitulah, sebulan ramadhan, 2 hari lebaran plus seminggu liburan, kini waktunya kembali ke kampus, bertemu dengan mahasiswa yang sudah rindu dengan tugas-tugas berat yang membuat pening kepala mereka ;p. Nah Bapak Guru Dosen Ocon selamat bertugas... ayo semangat!!
 Futu by Imansoe | dihitam putihkan oleh Ocon
Begitulah, sebulan ramadhan, 2 hari lebaran plus seminggu liburan, kini waktunya kembali ke kampus, bertemu dengan mahasiswa yang sudah rindu dengan tugas-tugas berat yang membuat pening kepala ;p. Nah bapak guru dosen O con selamat bertugas... ayo semangat!! 

Taqabbalallahu minna Wa Minkum. Taqabbal ya karim.... Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1428 HTeriring Mohon maaf dan lahir bathin jika ada kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Mari kita bersihkan segala dosa-dosa kita di bulan ramadhan yang penuh rahmat dan berkah ini. Semoga semua amal ibadah kita selama di bulan nan suci ini diterima oleh Allah SWT. Amin Rgds Sonson Ns

Written & drawn by: "Hergi" (Bournazel) Tintin contre Batman, komik parodi setebal 28 halaman ini di terbitkan di Perancis oleh seniman setempat awal tahun 1990-an. Tentunya komik ini tidak resmi alias bukan atas nama Herge. Dengan titel Hergi (plesetan dari Herge sebagai pengarang komik asli Tintin) komik ini bercerita tentang Tintin yang berkunjung ke Gotham City guna menyelamatkan Snowy anjing kesayangannya yang diculik oleh sekawanan penjahat. Di Gotham City Tintin malah berkomfrontasi dengan pahlawan setempat yaitu si ksatria kegelapan (the Dark Knight) BATMAN!!.
(Cerper 8/ Jelajah KL) Kuliner di Bukit bintang dan Malam pertama di penginapan (KL) Bukit Bintang malam itu ramai sekali, ach bukan malam sekarang saja. Sepertinya tiap malampun daerah ini ramai sekali. Tentu saja, karena daerah ini sudah menjadi landmarknya KL untuk urusan gemerlap segala macam urusan. Dari belanja di mal-mall yang tersebar, wisata kuliner hingga sekedar kongkow dicafe-cefe yang banyak tersebar di sepanjang jalan. Malam ini saya ingin mencoba beberapa makanan yang sudah direkomendasikan di milis kuliner Indoensia. Nasi Kandar (semacam nasi rames), Mie Laksa, Clay Pot Chicken Rice, Nasi Tim Kep  ala Ikan, Curry Mee (mie Kuning yang berisi potongan dadu ayam, dicam pur tauge serta taupok/ ta hu kosong, Prawn mee (mie kuning yang berisi kangkung, tauge dengan isi udang dan kaldunya berasal dari udang juga), terus juga pengen nyoba beberapa makanan khas lainnya seperti satay ayam (yang di Indonesia jug a banyak), Nasi Lemak, kwe tiauw, dan.. dan wah saya ada 23 daftar maka nan yang kudu dicoba. Tentu saja semuanya tidak bisa saya coba satu-satu, selain perut saya tidak bisa menampung, kocek didompet bakal cepat menipis. Akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya ingin mencoba Laksa. Tempat yang saya coba adanya di Fivefoot (kakilima). Mirip stand-stand makanan di Indonesia, memenuhi jalanan hingga merampas hak pejalan kaki yang ingin berjalan dengan nyaman. Berdesak-desakan dan tempat yang ramai membuat saya agak kesulitan menemukan tempat untuk 1 orang. Untung si pelayan mengerti, menunjukan satu tempat untuk saya di pojokan. Aga k nyempil kurang nyaman sich tapi yah sudahlah. Saya pilih Asam Laksa (di menu yang saya lihat tertulis Assam Laksa, pake s 2) apakah assam disini bermakna asam atau ngga tahulah. Minumnya air kosong (air tawar). Sengaja saya tidak banyak pesen banyak makanan karena sesudah ini mau coba makanan lainnya. Tak berapa lama hidangan muncul, wah dari baunya sudah tercium aroma kelezatannya (hmm kalimat ini mengingatkan pada apa yah???). Dari tampilannaya cukup menggugah selera, saya lihat isinya berupa mi putih tebal bergumpal-gumpal, ada potongan ikan (mungkin falked tuna atau jenis ikan la innya) dicampur juga potongan nenas, mentimun beberapa daun (mint atau ntahlah soale baunya agak gimana gitu) Langsung saja saya icip perlahan (panas bow!!). Wah enak sekali, hmm tapi masih agak panas, sambil menunggu makanan berkurang panasnya, iseng2 saya lihat daftar menu lainnya. Dan glek!!! ada menu makanan yang bagi muslim seperti saya di harankan. Halaa cilaka, jangan-jangan makanan yang saya pesan termasuk makanan yang tidak boleh santap. Ceroboh sekali saya!! repotnya daftar menu makanan yang tidak boleh saya santap berada di balik daftar menu dengan tulisan yang kecil, jadi kalo tidak waspada akibtanya begini. Akhirnya makanan yang saya pesan tidak saya habiskan, mubazir memang untung "kerusakan" dari harga makanan ini tidak terlalu parah.  Keluar dari satu stand makan ini saya cari lagi yang lain. Untuk keamanan akhirny a saya pilih stand makanan yang dikelola orang India, saya lihata ada beberapa. Pilih salah satunya yang tertulis Halal, Aha ini dia tak, perlu khwatir dengan menunya. Saya pilih Nasi K andar, juga mee prawn, minumnya teh tarik. Tak sampai 15 menit saya sudah bisa mnikm a ti semua hidangan, nikmat dan lezat, walau biasa saja berhubung lapar semuanya terasa enak. Hmm ini baru makan!! Setelah makan, saya putuskan berputar kembali menuju jalan Bukit Bintang, kali ini saya ingin memotret beberapa suasana kehidupan disini pada malam hari, hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 11 malam. Saya teringat kalao penginapan akan ditutup tepat pukul 12 malam, walau saya diberi kunci cadangan tetap saja kurang nyaman pualng lewat pukul tengah malam. Setelah mengambil beberapa foto disepanjang jalan, sayapun kembali kepenginapan. Pukul 11 malam lewat, suasana di jalanan masih ramai, dengan perlahan saya masuk ruang tengah penginapan, tidak ada siapa-siapa hanya ada satu orang sedang asik membaca buku. Dari ruang tengah saya lihat si pengurus penginapan dengan ntah siapa, mungkin kawannya atau pengurus lain yang saya tidak kenal. Kemudian saya naik tangga, perlahan menuju kamar di atas. Teringat 4 bule yang tadi siang saya kenal sudah beristirahat. Dengan perlahan saya menaiki tangga satu demi satu, Hening malam itu terasa, sepertinya semua tamu sudah beristirahat. Kemudian saya sadari ngapain saya berjalan mengendap-ngendap persis maling! bukannya saya juga tamu disini. Setelah menaiki tangga tepat diujung saya belok kiri dan didepan lansung kamar tempat saya menginap. Didepan pintu kamar, saya berhenti sejenak, berfikir, kira-kira 4 bule itu lagi ngapain yah. Teringat mereka siang tadi memakai bikini eh pake baju minim maksudnya. Kalo bikini cocoknya kata yang tepat untuk pakaian di tepi pantai.Sementara yang saya lihat ini mereka berpakaian minim ala kadarnya, yach bule gituloh. Dan uhmm...gaya bule kalu tidur umumnya mereka tidak mengenakan pakaian apapun. Astaga pikiran yang ngga benar heheh. Atau ach mungkin saja mereka memakai piyama dengan sendal bulu kelinci yang hangat dan memakai topi kuncung....hahahah lucu juga keliatannya. Akhirnya dengan gerakan agak cepat saya buka pintu dan menimbulkan suara yang cukup keras. Kaget juga saya pikir pintunya tidak berderit. Dan lebih kaget lagi ketika pintu terbuka. Ternyata didepan saya bukan bule-bule wanita memakai piyama, sendal kelinci dan topi kuncung. Tapi seseorang dengan badan besar!! Ruangan sedikit remang-remang jadinya tidak jelas. Terkejut mendengar saya membuka pintu tiba-tiba dengan suara keras membuat dia tersentak. Dan whuahhhh apa yang saya lihat..!!! ::: Nah..nah bikin penasaran ajah, ceritanya bersambung lagi...:::
(Cerper 7/ Jelajah KL) Kunang-kunang dan 4 wanita bule Suatu hari di siang yang panas, saat itu saya sedang berada di sebuah penginapan sederhana di kawasan Bukit Bintang Kualalumpur. Sesudah perjalanan panjang dari Hatyai Thailang - terminal Puduraya. Kini saya sudah berada di sebuah penginapan kecil dan sekarang saya sedang berleyeh-leyeh. Membaca buku panduan wisata kota Kualalumpur. Pas lagi enak-enaknya saya merebahkan tubuh di ranjang yang empuk. Tiba-tiba saya mendengar sedikit kegaduhan, dari arah luar kamar sepertinya ada beberapa orang yang menaiki tangga. Baca ::: Seorang pemuda tidur dengan 4 cewe bule (cerper lanjutan jelajah KL::: http://artson.multiply.com/journal/item/48 Setelah mengetuk pintu, masuklah karyawan yang tadi membawa dan menunjuki kamar saya. Diikuti sekitar 3-4 orang wanita bule. Tampaknya 4 orang, masih muda-muda dengan tampang khas bule, wajah putih dengan bercak-bercak serta rambut berwarna pirang. Ramai sekali, riuh rendah mereka berbicara. Yang 1 sibuk mengobrol dengan karyawan hotel. Dibelakang, kawannya sibuk meng"gusur" tas segede-gede gaban. Diikuti juga 2 orang dengan tas ransel yang besar-besar pula. Jangan-jangan mereka bakal jadi teman "sharing room" saya. Langsung saja kepala dan mata saya berkunang-kunang. Wah puyeng neh...gawat 1 kamar dengan 4 orang cewe bule!!! ramai pulak.... Tentu saja ini diluar bayangan saya. Kunang-kunang di kepala saya benar-benar berputar semakin banyak. Satu persatu mereka masuk. Melihat saya sudah ada dalam kamar merekapun memberi salam (say hello...). Setelah diberi petunjuk mengenai tata aturan penginapan, juga diberitahu letak toilet dan loker. Kemudian sayapun berkenalan dengan mereka. Rupanya mereka berasal dari Eropah, 3 orang dari Inggris serta 1 orang yang keliatan pendiam berasal dari Swiss. Ellen, begitu nama salah satu yang paling heboh. Dari mulai naik tangga hingga menaruh ransel, mulutnya tidak mau diam. Tidak seperti Ellen, yang tiga lainnya walau tidak heboh, ramainya seperti orang se-kelurahan. Makin kencang kunang-kunang yang berputar-putar di kepala saya. Sudah kebayang dari siang, malam hingga esok nantinya akan menghadapi situasi seperti ini. Sementara mereka sibuk membongkar isi tas dan ranselnya masing-masing, saya membenamkan kepala dibalik bantal. Jumlah kunang-kunang yang berputarpun berlipat di kepala saya semakin banyak. Melihat saya bersikap seperti itu, rupanya Ellen merasa bersalah. Dia mengajak bicara saya. Meminta maaf kalo mereka berisik. Antusias, senang dan gembira ria karena ini pertama kali menginjak Asia. Suatu hal yang membuat mereka benar2 eporia. Saya tersenyum. Memaklumi, seandainya saya menginjakan kaki di Inggris mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama. Respon saya membuat Ellen semakin semangat mengajak bicara. Bahasa Inggris saya minim, jadi saya jawab dengan seadanya. Walau begitu komunikasi tetap nyambung. Dia mengeluhkan begitu panas hawa di sini. Saya jawab tentu saja karena saat ini musim panas. Sambil berkata begitu dengan santainya dia membuka baju. Walau masih pake daleman, tetap saja membuat saya melongo. Astaga, aneh bin ajaib melihat adegan itu langsung saja kunang-kunang di kepala saya hilang. Pandangan langsung siaga 1. Sambil menganti baju dia berceloteh. Kalo cuaca begini enaknya pake bikini, tidak bikin gerah. Sambil menunjukan buku LP (Lonelyplanet edisi Malaysia) dia tanya, disitu disebutkan kenapa musim panas begini para turis harus tetap mengunakan pakaian yang sopan. Karena di negaranya, orang-orang mengunakan pakaian pendek dan baju santai. Saya jawab bukan soal musim karena mayoritas penduduk Malaysia beragama Islam. Notebene mewajibkan para penduduknya untuk mengunakan pakain yang sopan menutup aura. Banyak para wanita muslim Malaysia layaknya di Indonesia mengunakan jilbab atau kerudung. Mendengar penjelasan itu, Ellen sepertinya paham. Diskusipun berlanjut mengenai wisata Malaysia, melebar ke wisata Indonesia. Kebudayaan, kebiasaan, makanan cauca, sosial. Seru juga, yang lainnya sesekali ikut berbicara. Jika ada yang aneh mereka menimpali sambil cekikikan. Suasana makin "hot", bukan karena kini para bule2 ini memakai bikini tapi hari makin siang dan AC di kamar pada saat itu tidak dinyalakan. Ketentuan penginapan, AC dinyalakan hanya pada waktu malam hingga pagi. Siang hari semua jendela di buka. Selain menghemat listrik, sirkulasi udara segar agar tetap berputar. Siang hari untuk mendinginkan ruang dipakai kipas angin. Puas mengobrol, saya tanyakan sore ini mereka mau kemana. Shoping!! whuah dasar wanita, saya pikir wanita Indonesia ajah yang doyan belanja. Ternyata bule juga suka belanja hehehe. Tentu saja hobi yang satu ini sepertinya sayang untuk dilewatkan. Kebetulan penginapan tak jauh dari daerah Bukit Bintang. Surganya belanja. Cocok dengan keinginan mereka. Sementara saya katakan hari ini saya ingin mengunjungi Masjid Jamek dan juga ingin menyusuri daerah Chinatown,Petailing Street. Lagipula kunang2 di kepala saya sudah hilang. Akhirnya saya pamit keluar. Loh cerita tidur dengan 4 wanita bule bijimana kelanjutannya ?!?!? ::: bersambung lagi, bersambung lagi...ceritanya masih panjaaaaaaaaaang :::
Dormitory Room dengan 6 tempat tidur
Setelah berjalan lumayan jauh dari terminal bus Puduraya akhirnya saya bisa juga menginjakan kaki di penginapan ini, penginapan sekelas guesthouse. Sebelumnya sekitar 2 tahun yang lalu saya pernah mengunjungi tempat ini. Tidak sengaja tentunya, saat menyelusuri hotel murah, saya menemukan situs penginapan ini. Di rekomendasikan pula oleh buku panduan Lonely Planet. Tempat yang biasa jadi penginapan untuk para backpacker/traveller. Mengingat terbatasnya kapasitas tempat tidur untuk tamu membuat jauh hari sebelumnya saya sudah pesan tempat. Bulan Juni, ini adalah waktunya liburan bagi para turis dari barat. Khawatir tempat "fullybook" saya sudah booking melalui jalur internet 3 bulan sebelumnya.
Pagi itu saya tidak bisa langsung masuk karena peraturan penginapan cek out pukul 12.00 dan untuk cek in pukul 13.00. Sekarang masih sekitar pukul 10, sambil menunggu, saya habiskan waktu dengan mengisi perut di sebuah restauran India, persis disamping penginapan. Hari menjelang siang. Matahari mulai menyengat, panas sekali.Kualalumpur pada bulan Juni memasuki musim panas. Suhu berkisar antara 32-33 C. Menjelang pukul 11 siang, matahari bersinar terik. Tentu saja membuat badan berkeringat dan membuat cepat haus. Sudah 1 gelas air suam serta 1 gelas jus melon membuat saya tetap merasa haus. Sambil menghabiskan minuman, saya lihat situasi, hotel sepertinya sudah bisa saya kunjungi. Setalah membayar minuman, tak berapa lama saya sudah berada dalam penginapan dan melakukan registrasi. Sambil menunggu pukul 12, sayapun berbaring santai di sofa ruangan tengah, karena kamar yang akan saya tempati sedang dibereskan.
Kamar yang saya pesan adalah tipe dormitory. Dormitory artinya kamar tipe "sharing room". Jadi selain saya, akan ada orang lain yang juga berada dalam 1 kamar ini. Sengaja saya pilih tipe ini, selain murah (RM 25 = Rp. 70.000,- kurs 1 RM = Rp. 2800,-) juga biasanya saya bisa berkenalan dengan para backpacker atau traveller dari seluruh dunia. Konsekwensinya, jika saya mendapat "kawan" tidur yang tidak menyenangkan, misalnya ternyata orang tersebut jorok atau tidak sopan atau apalah. Apa boleh buat saya harus menerima semua itu. Mungkin saja kita dapat kawan seperti itu. Tapi pada umumnya selama saya berkelana menjelajah kota-kota di Asia Tenggara, meninap di penginapan dengan memesan kamar tipe dormitory belum sekalipun saya menemukan hal-hal yang buruk.
Setelah kamar sudah siap. Sayapun segera menuju lantai 2 dengan di pandu karyawan penginapan. Ditunjukan loker tempat menyimpan barang berharga, kemudian toilet, pintu darurat dan kamar tidur untuk saya. Tak lupa dijelaskan beberapa aturan seperti dilarang merokok atau membawa minuman keras ke dalam kamar. Setelah itu sayapun masuk kamar dan menyimpan tas. Sambil berbaring saya buka catatan rencana aktifitas siang sampai sore ini.
Dormitory atau kamar yang saya tempati ini berisi 3 tempat tidur. Masing-masing tempat tidur bertingkat (Bunkbed), jadi dalam 1 kamar ini bisa diisi dengan 6 orang. Tidak terlalu lebar ataupun sempit. Didepannya ada balkon. Ada 2 bangku dan 1 meja keci, untuk bersantai. Ada juga tempat jemuran kecil. Dinding kamarnya berwarna warni, paduan merah marun dan kuning pucat. Lantainya dari kayu dengan lapisan parket berwarna coklat. Penataan yang menarik. Tidak ada barang mewah. Tapi cukup nyaman.
Tak berapa lama, saya mendengar sedikit kegaduhan, dari arah luar kamar sepertinya ada beberpa orang yang menaiki tangga. Setelah mengetuk pintu, masuklah karyawan yang tadi membawa dan menunjuki kamar saya. Diikuti sekitar 3-4 orang wanita bule. Tampaknya 4 orang, masih muda-muda dengan tampang khas bule, wajah putih dengan bercak-bercak serta rambut berwarna pirang. Ramai sekali, riuh rendah mereka berbicara. Yang 1 sibuk mengobrol dengan karyawan hotel. Dibelakangnya kawannya sibuk meng"gusur" tas segede-gede gaban. Diikuti dibelakangnya 2 orang dengan tas ransel yang besar-besar pula. Jangan-jangan mereka bakal jadi teman "sharing room" saya. Langsung saja mata saya berkunang-kunang. Wah puyeng neh...gawat 1 kamar dengan 4 orang cewe bule!!! ramai pulak....
Bagaimana rasanya tidur malam pertama dengan 4 wanita bule??
::: tralalalala tidur dengan 4 cewe bule ...ceritanya bersambung :::
Pagi yang penuh derita di hari pertama tiba di Kualalumpur. Begitu saya ingin menulis judul cerper (cerita perjalanan) ini. Tapi kalo di beri judul seperti diatas pastinya saya akan menjadi bahan olok2 temen2 saya sesama tukang jalan. Cucian deh elo... pasti gitu komentarnya hehehe. Ach sudah telanjur saya ceritakan saja. memang kondisinya seperti itu. Tapi dibalik penderitaan diatas, saya malah mendapatkan pengalaman yang luar biasa pada malamnya.
Ini trip yang kesekian kalinya ke Malaysia. Boleh dibilang jika pada kunjungan sebelumnya lebih banyak hanya "numpang"lewat. Namun saat ini saya putuskan untuk berlama-lama disini. Saya ambil 5 hari penuh. Sebelumnya saya sudah 4 kali datang kesini. Ini yang ke 5. Tujuan saya jelas bukan untuk berlibur. Saya hanya berjalan-jalan saja (loh apa bedanya jalan-jalan ama berlibur ;p). Banyak yang ingin saya ketahui. Dari menyelusuri bangunan tua, melihat kehidupan sosial yang beragam, memotret gedung-gedung bersejarah, wisata kuliner mencoba satu persatu makanan dan minuman khas, dan banyak lagi yang bisa saya lakukan. Tentu saja kesemuanya berkaitan dengan pekerjaan yang saya tekuni.
Pukul 02.30 saya tiba di terminal bus Puduraya, perjalanan semalaman dari Hatyai Thailand. Skenarionya tiba di terminal ini pukul 5 atau 6 pagi. Ternyata perjalanan lebih cepat kedatangannya. Kamar hotel sudah saya booking tapi baru bisa masuk atau cek in pada siang hari. Dan hotel yang saya booking jenis guesthouse yang tentu saja punya jam buka tutupnya tidak seperti hotel yang 24 jam penuh. Jadi jikapun saya pergi sekarang percuma saja, hotel tidak akan menerima saya. Sambil menunggu pagi menjelang siang. Saya mampir di sebuah restauran India. Disinilah awal penderitaan dimulai. Setelah tidak sengaja tertidur di meja restauran. Kemudian paginya pamit dan menuju hotel. Tiba-tiba saja perut saya "berontak". Faktor jam biologis dipicu karena saya minum teh tarik (teh bercampur susu) mengakibatkan saya ingin melakukan "hajat" besar.
Dengan tergopoh2 saya mencari toilet umum. Hari gini pagi masih remang-remang mana ada tempat umum yang buka. Berjalan perlahan saya mengingat2 kalo tidak salah ada wartel yang buka 24 jam. Disitu ada toiletnya. Tujuan saya kesitu. Sayang, saya kurang beruntung ternyata wartelnya masih tutup. Kembali ke restauran India tempat tadi saya pesan minuman juga rasanya tidak mungkin karena terlalu jauh. Keringat dingin mulai bercucuran, ibarat orang mau melahirkan, bukaan udah setadium 3....
Bicara soal melahirkan seingat saya ada rumah sakit bersalin (Di kalangan humor Indonesia rumah bersalin dalam bahasa melayu suka diplesetkan menjadi "rumah tempat korban lelaki"!!!). Segera saya kesana, karena letaknya tidak jauh. Tidak sampai 5 menit saya tiba disana, saya masuk lewat jalur tempat mobil keluar masuk, kebetulan tidak ada petugas sekuriti yang berjaga di gardu jadi saya tidak ditanya macam-macam. Tiba di lobi, kembali saya celingukan tidak ada seorangpun. Berharap ada suster/petugas karena saya ingin bertanya lokasi toilet. Setelah menunggu sesaat karena ruangan menuju ke dalam di tutup dan terkunci, munculah petugas sekuriti. Tanpa basa basi saya menanyakan toilet umum di mana. Dengan penuh keheranan si petugas malah balik bertanya. Rumah bersalin baru buka pukul 08.00. Loh pakcik...saya kesini bukan untuk bersalin, selain perut saya rata, saya pan laki-laki. Bow...!!!! cape deh... saya jelaskan dengan sopan saya sudah tidak tahan untuk segera ke toilet. Bukan untuk bersalin atau menengok orang bersalin.
Untunglah si petugas tidak banyak tanya ini itu lagi. Dia keheranan karena tiba-tiba saja ada orang di hadapannya sambil membawa ransel segede-gede gaban. Datang ke rumah sakit malah mencari toilet. Orang yang aneh begitu pikirnya.
Singkat cerita, saya berhasil menuntaskan "hajat" saya. Horeee (mode tiup terompet).Lega rasanya. Keluar dari lobi kembali saya tidak menemukan seorangpun. Rumah sakit yang aneh, sepi sekali. Yah jelas sepi, pagi hari subuh gini gituloh. Sayapun segera meninggalkan tempat ini. Hotel sudah tidak jauh. Sayapun segera kesana. Kondisi perutpun sedang enak-enaknya. Sepanjang jalan yang sepi saya manfaatkan untuk memotret. Hingga akhirnya saya tiba di hotel yang saya rencanakan saya inapi. Ternyata benar, pagar masih di kunci dan pintupun tertutup. Untung disamping hotel ada restauran India. Iyah restauran India!!! duh... rada trauma neh, ingat minum teh tarik yang bikin mules. Tapi saya lupakan saja, tidak ada pilihan lain untuk menumpang duduk. Pagi itu saya hanya memesan Roti Prata dan segelas air suam kosong (air tawar hangat). Tidak memesan teh tarik lagi khawatir perut "berontak". Sambil menikmati roti prata saya tidak menyangka bahwa ternyata malamnya saya mendapat pengalaman luar biasa dengan tidur bersama 4 cewe bule!!!
::: ceritanya bersambung yak :::
Pagi itu sekitar pukul 3 pagi. Di sebuah rumah makan India Kualalumpur. Masih pagi buta. Saat ini saya sedang menikmati Teh Tarik hangat dan sepiring roti canai. Karena saking mengantuknya, tanpa sadar saya tertidur pulas. Tertidur dengan posisi badan telungkup di atas meja. Ketika bangun, badan terasa melayang, padangan mata kosong, bengong sejenak saya berusaha mengingat-ngingat terakhir apa yang saya lakukan. Sedikit demi sedikit saya berusaha mengumpulkan semua "nyawa". Kemudian perlahan sejenak berfikir tenang. Jam di dinding menunjukan pukul 6 kurang. Astaga saya tertidur pulas kurang lebih selama 2 jam. Adrenalin saya langsung bergerak cepat, dengan reflek saya periksa ransel, kemudian saya raba saku, dompet, handphone, tas pinggang ternyata semua masih ada lengkap. Saya lihat piring yang berisi roti canai yang tadi subuh saya pesan sudah dibereskan. Sementara gelas berisi teh tarik bersisa setengah, masih ada di hadapan saya.
Dan jreng!! Tiba-tiba saja dihadapan saya ada seorang India. Badannya besar hitam, matanya melotot. Kaget juga melihat tampang sangar seperti itu, mengingatkan saya pada tokoh Rahwana dalam pewayangan. Bedanya jika Rahwana membawa gada di tangannya sementara orang India yang ada di hadapan saya memegang sapu pel!!!. Rupanya dia salah satu pegawai restauran yang akan membersihkan lantai. Dengan bahasa melayu kemudian dia meminta saya agar bergeser. Sepertinya dia akan mengepel daerah dimana saya saat itu saya duduk. Sambil membereskan letak kursi dan mengepel lantai dia menanyakan kondisi saya. Saya jawab baik-baik saja. Saya minta maaf karena tertidur di meja. Dia menjawab tidak masalah, karena pagi itu rumah makan sepi jadi keberadaan sayapun sepertinya tidak mengganggu.
Sedikit demi sedikit kesadaran saya mulai pulih. Wah untung selama tidur, tidak terjadi apa-apa. Maklum orang India percaya akan keberadaan dewa. Terlihat di dinding restauran ini di pajang foto2 manusia dengan wajah gajah, kemudian gambar tokoh-tokoh rekaan/keagamaan seperti yang saya lihat sebagai patung2 di tempat pemujaan/temple orang India. Saya khawatir dewa2 tersebut mungkin berbuat sesuatu terhadap saya. Terbayang jika saat bangun, muka saya corang coreng. Mengingatkan kejadian saat bermalam di Bandara Phuket. Saat itu saya tidur di karpet yang ternyata tempat sembahyang orang Budha. Sehingga saat bangun muka saya hitam legam karena asap dari dupa (baca catper : Phuket after Tsunami).
Dan yang terpenting tas tidak hilang dan isinya semua masih utuh. Kalo hilang walaah bisa celaka, karena didalamnya ada kamera, digimate (hardisk penyimpan data-data foto), ipod dan barang2 berharga lainnya. Senangnya karena ternyata para pegawai restauran ini juga tidak menbangunkan saya atau menyuruh saya pergi karena tidur di meja makan.
Perbedaan waktu 1 jam antara Kualalumpur dan Jakarta menyebabkan pagi ini pukul 06.30 sama dengan pukul 05.30 di Jakarta, jadi suasana diluar masih gelap. Rasa-rasanya ingin siang segera datang. Tidak ada pilihan lain, terlalu lama disini membuat saya harus segera keluar. Setelah membayar 3 gelas teh tarik plus sepiring roti canai dengan "kerusakan" sekitar 6 RM (15 ribuan), sayapun pamit dan mengucapkan terimakasih pada pegawai restauran.
Keluar restauran saya putuskan jalan menuju hotel. Jarak menuju hotel lumayan jauh, kira2 20 menit. Saya hitung jika jalan perlahan plus motret sana-sini kemungkinan 30-40 menit. Jadi tiba di hotel semoga hari sudah menjelang pagi menuju siang. Kira-kira setelah 15 menit berjalan, tiba-tiba saja tanda-tanda "pangilan alam" segera dirasa. Gawat!! efef minum teh tarik yang bercampur susu membuat isi perut saya berontak. Tentu saja ini jam biologis yang umum. Saya harus segera mencari tandas umum (Tandas = toilet/ bahasa Melayu). Yang saya ingat tandas umum ada di McDonal tapi itu khan depan taman dekat Terminal Puduraya. Tempat yang tadi subuh nyaris saya tidur di taman. Wah kalo ke situ ntar ketemu preman yang tadi malam nawarin teman buat tidur, ngga enak rasanya. Hari gini pagi masih remang-remang mana ada tempat umum yang buka. Berjalan perlahan saya mengingat2 kalo tidak salah ada wartel yang buka 24 jam. Disitu ada toiletnya. Tujuan saya kesitu. Sayang, kurang beruntung ternyata wartelnya masih tutup. Kembali ke restauran India tempat tadi saya pesan minuman juga rasanya tidak mungkin karena terlalu jauh. Keringat dingin mulai bercucuran, ibarat orang mau melahirkan, bukaan udah setadium 3....
Selanjutnya ??
Bersambung...
Melanjuti cerita pukul 03.00 hari di Puduraya. Setelah "terusir" dari tidur di taman terminal Puduraya Kualalumpur dengan gontai saya berjalan sempoyangan. Mata yang neredup 5 watt nyaris menuju 1 watt sulit sekali diajak kompromi. Setelah berjalan sekitar 100 meter saya teringat Desember 2006 saya pernah mampir di salah satu rumah makan India di sekitar depan terminal. Roti Canainya enak banget dan teh tariknya berasa. Saya putuskan pergi kesana. Tiba disana, rumah makan sepi, tentu saja ini jam 3 pagi, saya lihat hanya ada 3 orang yang sedang "kongkow". Saya pilih duduk agak ke dalam. Karena dekat jalan keluar angin malam yang dingin bakal menerpa saya. Sebenarnya Rumah Makan ini tanpa pintu, ruangannya kira-kira 2 atau 3 x 8 atau 10 meter memanjang kebelakang, ngga ada pintu tapi semacam pintu garasi yang lebar. Langsung saja saya pesan Teh tarik panas dan tentu saja menu favorit saya, roti canai. Saya simpan ransel, kemudian ambil posisi duduk yang enak, perlahan terdengar musik India. hehehe aca aca aca.. saya mulai mendendang. Lutu juga pagi2 gini dengerin musik India. Hidanganpun segera datang. Saya coba sruput teh tariknya..hmm nikmat sekali. Roti Canai pun mulai saya lahap. Saya perhatikan jam, pukul 03.12. Wah masil lama menuju pagi hari. Perlahan saya hirup teh tarik, walau minum perlahan tak sampai 15 mernit sudah habis. Bow pagi masih lama!!! yah udah pesan lagi. Saya pesan lagi teh tarik dan berikutnya saya sruput pelan2. Tak sampai 20 menit sudah habis lagi. Waktu masih menunjukan pukul 04.10. Halaa masih lama. Sayapun pesan teh tarik lagi. Ini yang ketiga. Matapun perlahan semakin redup. Wadauuu mengantukpun semakin menjadi-jadi. Mengisi waktu saya coba buka beberapa catatan yang saya buat. Bosan melihat catatan, saya lihat foto2 dari kamera hasil memotret di Pulau Phi-phi. Akhirnya Untuk meringankan beban mata, saya coba tidur-tidur ayam. Dan blug!!!! tanpa sadar saya tertidur...!!! kemudian apa yang terjadi!!!! bubu dulu yah.. :: bersambung :::
Pukul 02.30, lagi enak-enaknya bubu. Ini dalam perjalanan bus dari Hatyai (Thailand) ke Kualalumpur. Jadwal sesungguhnya tiba di KL adalah pukul 4. Ntah kenapa bus tiba lebih cepat. Tentu saja mata tidak bisa di ajak kompromi. Siapapu tahu jam segitu adalah saat enak-enaknya tidur. Kini saya ada di bus. Barusan lelap sekali tidur hingga tak sadar yang terbangun karena teriakan orang-orang di luar bus yang menyatakan bus sudah tiba. Antara sadar dan tidak saya lihat jam di handphone. Astaga..sudah pukul 02.30.. tepat benar angkanya. Saya lihat beberapa penumpangpun kaget. Serentak terbangun. Satu persatu bangkit dan turun. Awalnya saya agak malas bangun karena mata berat sekali dibukakan. Tapi baru sadar, kalo ngga turun bisa-bisa saya dibawa ke pool yang ntah dimana. Puduraya pagi itu ternyata ramai. Supir taksi dengan gembira ria menawarkan jasanya. Saya tolak saja, karena saya berniat jalan kaki. Hotel yang akan saya inapi jaraknya dekat. Saya ambil ransel, kemudian memeriksa barang2 khawatir ada yang tertinggal. Setelah semua beres di cek sayapun segera berjalan. Saat kaki melangkah, baru sadar sekarang jam 02.30 lebih, emang hotel mau bukain pintu?? Tentu saja ini bukan hotel yang buka 24 jam. Penginapan jenis guesthouse yang tentu saja punya jam buka tutup. Lagipula saya booking untuk masuk pada pukul 12 siang, itu artinya saya tidak bisa pergi kesana. Agak bingung juga menentukan arah. Mana mata mulai riup redup. Mengantuk sekali. Jalanpun sempoyangan (yah iyalah bawa ransel segede-gede gaban). Dipinggiran jalan dekat taman saya lihat ada beberapa bangku. Bukan bangku seh batu yang di semen atau apalah. Yang pasti tempat untuk duduk orang yang ada di taman ini. Saya arahkan kaki ke situ. Meletakan ransel mengatur badan mencari posisi duduk yang enak. Saya perhatikan ada beberapa orang yang tertidur. Ah ide bagus juga untuk tidur seperti mereka. Tapi mikir kalo tidur, ntar tas ada yang "embat". Gawat juga. Sementara mata sudah 5 menuju 1 watt. Akhirnya daripada males mikir mau tujuan kemana, dan situasi keliatan aman-aman saja. Saya putuskan untuk tidur di taman saja. Biar ngga diambil orang tas ransel besar saya jadikan alas tidur, anggap saja bantal. Baru saja mata mulai menutup. Tiba2 saya dibangunkan seorang berbadan besar. Wah mau apa pula neh orang??.. dia tanya (dalam bahasa Melayu tentunya) menyuruh saya untuk tidak tidur disini, tidak aman katanya. Mending cari hotel. Sayapun diajak ngobrol, di tanya ini itu mulai asal dari mana hingga tujuan kemana. Duh hare gene males jawab, saya bilang dari Garut (dia tahu ngga yah Garut di mana??hehehe). Saya ke Kuala Lumpur mau jumpa Siti Nurhaliza, saya bilang saya penggemar beratnya. Dan saya sudah janjian mau ketemu dia, pokonya ngobrol ala jaka Sembung bawa golok deh (alias ngga nyambung makan pake es balok). Saya utarakan kalau saya sudah booking kamar dan baru bisa "cek in" siang nanti. Jadi saya putuskan menunggu disini. Sepertinya dia sudah tahu, saya penumpang yang tadi turun dan kemaleman. Dia tawarkan kamar hotel. Saya tanya berapa?? Dia jawab 60 Rm pake kipas 72 RM pake AC. Dalam hati uhmm mahal!!! saya dapat kamar cuman 30 RM pake AC pulak dapat breakfast, saya tolak dengan halus. Tak mau kehilangan calon pelanggan dia promosikan tambahan. Dia bisa carikan "kawan" buat tidur. Kawan buat tidur?? Berlagak bego saya bilang nanti di hotel yang saya booking saya bakal dapat kawan sebanyak 3 orang (saya booking kamar dormitory isi 4 bed, jadi saya tidak bohong kalao saya dapat 3 "kawan" lagi nantinya ...heheheh). Dijawab balik begitu si pria ini bengong. Hahaha.. tertawa renyah dia pikir saya becanda. Saya bilang saya serius, yah benar saya serius (muka serius / padahal muka ngantuk). Saya kepak ransel saya, sambil bilang es-kyus-me. Saya pun ngeloyor pergi. Beu..buset dah orang yang aneh... mungkin dia berpikir saya juga orang yang aneh juga ditawarin 1 kawan baru buat teman tidur, eh dijawab udah punya 3. Jam 03.00 terus kemana?? :: bersambung ::
Ngga berasa Jumat besok sudah memasuki minggu ke 6. Kayanya baru kemaren nulis catper awal perjalanan. Udah mulai home sick neh. Yang pasti rindu makanan Indonesia. Nasi Uduk, nasi goreng, Ayam goreng, pecel lele srup...apalagi yak, gado-gado. Udang tepung goreng, cumi goreng asam manis... wow terus terus hah banyak lagi deh. Bangkok 5 hari wisata kuliner abis-abisan. Tomyamkum, patyai, jus mango pake ketan. Nasi telur.. dan apalagi yak ...macem2 deh. Teteup kayanya masakan Indonesia is de bes lah!! Lanjut ke Samui pake bus dan nyebrang pake Ferry. Full moon party yang bule2 pada heboh. Saya mah bubu ajah di pantai..hehehe leyeh2 doang. Soale langsung ke Surathani. Sengaja ngga nginep. Gimana ngga fullybook semua. Kayanya semua bule se dunia numplek deh. Pan ada acara full moon party!!!. Pagi jam 06.00 udah stand by di dermaga Surathani. Lagi mikir mending ke Phuket apa ke Phi-phi. Diputusin ke Phi-phi soale udah pernah ke Phuket. Beruntung, semua bule (yah ngga semua kalee) ke Samui jadinya ke Phi-phi bus dan boat / feri yang ditumpangi kosong ngga penuh maksudnya. Di boat dapat kenalan bule, asik ngobrol. Doi backpacker dari Jerman. Besoknya pas di Pulau ketemu lagi. Ngajak jalan ke pulaunya tempat Leonardo de Ocon... eh Leonardo Dicarpio shooting film The Beach. Dia ngga ada temen. Ngajak join. Hallaaa ngga punya budget. Akhirnya ditawarin bayar setengah. Tentu saja mau huehehehe.. Uhuy deh pokonya ( Catper menyusul). Karena dapat tawaran pesiar. Yah udah di Phi2 jadi 2 hari hehehe... pesiar ke Pulau-pulau sekitar pulau Phi-phi seru banget, pake dinner diatas perahu segala.. terus liat sunset..uihhh serunya (gretong seh..eh bayar setengah dink). Di Phi-phi dari Sabtu sampe Senin. Hari Senin pagi dari Phi-phi ke Krabi. Pake Feri. Ferinya kosong... eh ngga penuh ..adalah pokonya beberapa penumpang lokal ama bule beberapa gelintir. Dari Krabi lanjut ke Hatyai pake bus. Dari Hatyai pake bus malam langsung ke KL. Yang malem semua seat fullybook , dapat seat/bus yang jam 6 sore. Cilaka kalau jam 6 dari Hatyai nyampe Kl pasti pagi. Padahal udah booking hotel buat siangnya. Yah udah gimana lagi. Busnya ngebut. Nyampe Kl pagi jam 2. Bow ..lagi enaknya tidur di gebrak-gebrak disuruh bangun. Halllaa... ada2 saja. Jam 02.30 di Puduraya. Beu..!! emang enak bawa gembolan tas ransel yang segede2 gaban. Mata merah (masih ngantuk) sementara jarak ke hotel lumayan jauh. Kalopun kesana percuma juga. Orang kasih tahunya datang siang. Dan mungkin "room"nya masih diisi orang.... Nah ada kejadian apakah di malam hari pukul 02.30 di setasiun Puduraya ??? a. Ocon di rampok, dan perampok malah digebukin Ocon pake tripod b. Ocon tidur disisi jalan karena mengantuk c. Ocon makan roti canai dan teh tarik nunggu sampe pagi d. Salah semua... ::: bersambung :::
| |